24 Nov 2014

Catatan Jamnas Modern Vespa Indonesia ke 3 #Bandung





Jambore Nasional Move Ina ke 3 di lembang-bandung baru saja berakhir, para movers dari seluruh chapter (wilayah) pun sudah tiba dikota masing – masing dengan aman, sehat sentosa, meski ada beberapa kendala teknis diperjalanan justru menambah pengalaman touring menjadi lebih berwarna. Yang mahasiswa kembali ke kampus disertai doa Ibu,  yang karyawan kantoran kembali akrab dengan rutinitas kerjaan dan orientasi masa depan, yang pengusaha sibuk kembali mempersiapkan lompatan besar yang visioner menjadi pengusaha sukses. Dan yang freelance seperti saya, kembali menyusun rencana pengembaraan tahun depan disertai resolusi ingin melihat dunia dengan mata hati yang baru.
 
Selalu ada kenangan yang tertinggal dari setiap perjalanan meski itu cuma sedetik, selalu ada kisah yang tertanam dihati. Jambore Nasional Modern Vespa Indonesia yang ke 3 dibandung menyisakan cerita yang layak kita ulang tiap tahunnya sebagai pengingat, bahwa Vespa tidak hanya sekedar hobi, gaya hidup atau life style, tapi Vespa sudah mejadi budaya, perekat, pemersatu dari semua golongan yang mempunyai harapan yang sama, cinta akan persaudaraan (scooterhood) penuh toleransi dan jiwa tolong menolong yang kuat. Selamat datang dikomunitas Modern Vespa Indonesia, banyak cerita lucu serta potensi dasyat yang tersedia.  Ada Gg aman ( Move_Tangsel), Gg Sender (roti sobek), Gg senggol ( great baron, GB), Gg VIP Bali sebagai peserta touring terjauh yang kedatangan personil baru pejuang senyum! dan gang gang lainnya yang selalu memberikan warna dan cerita yang berbeda dari setiap perjalanan.


Pertanyaan yang muncul kemudian, apa itu jambore? dan apa manfaat jambore? Sedikit ingin membagi cerita sekaligus menjawab pertanyaan diatas dengan apa yang saya pahami, tentu butuh koreksi dari teman-teman semua biar aman.  

pengertian jambore adalah pertemuan besar untuk penggalang, yang diambil dari bahasa salah satu suku di afrika yang artinya adalah pertemuan besar. Sedangkan pengertian penggalang adalah masa menggalang persatuan dan kesatuan pemuda, sumpah pemuda 28 oktober 1928.. 



Jika kita sederhanakan dalam bahasa komunitas vespa, Jambore ialah pertemuan besar para penggalang/pelopor pemersatu dalam cita – cita yang sama, dengan tujuan yang sama. Apa tujuannya? Jika bicara komunitas tentu kita berharap bisa memberi manfaat bagi sesama,  jika disederhanakan lagi kita mengendarai vespa dijalan raya butuh kesadaran akan  keselamatan berkendara dijalanan. 


Butuh sikap toleran untuk berbagi jalan dengan pengendara lainnya tidak arogan. Dan yang lebih terhormat menjadi teladan pelopor keselamatan dalam berkendara dijalan raya. Semoga kita tetap menjaga semangat itu, menjadi pelopor bagi yang lain mengutamakan aman sebagai kebutuhan berkendara.

Terima kasih kepada chapter bandung sebagai tuan rumah yang sukses melaksanakan jambore ke 3, serta para chapter head sebagai penggagas lahirnya komunitas yang baik ini. Sampai jumpa dijamnas ke 4 di Pekalongan, Semoga Move Indonesia makin eksis dan menjadi pelopor aman bagi komunitas vespa lainnya. Lets move together and safety ride bro..
Salam aman.

13 Agu 2014

Vespanorama explore banten

Ride to much fun..

1407506806680770263
( rute riding saya dalam jelajah banten)

Mengendarai vespa memiliki keistimewaan tersendiri buat saya, serasa klop dengan dunia saya yang suka dengan tantangan, mencoba hal-hal baru, mengobati apa yang tidak selesai dengan rutinitas. Bisa riding ketempat-tempat wisata yang masih eksotis yang jarang dikunjungi oleh para traveler karena moda transportasi yang jarang menuju kesana, tapi tidak dengan vespa yang banyak akalnya, hehe.. Tentu yang utama menambah sejuta sodara, karena budaya vespa sudah begitu adanya, tiap kali berpas-pasan dengan vespa lain akan saling menyapa, saling tiin tiin..!! melempar senyum, tanda ikatan vespa yang sudah menjadi tradisi, semacam kesepakatan emosional bersama, ketika memiliki vespa maka kita akan menjadi pribadi yang humanis dan ramah. Sesuai dengan jiwa vespa yang sweet, sellow and nice. Aseeek..

1407508083169859807
( break dulu sambil foto2.. hehe)

Saya ingin berbagi cerita tentang riding saya menjelajah pesisir banten selatan, mengeksplore tempat-tempat terbaik yang ada dipesisir banten sebagai bagian dari refleksi cinta tanah air, ingin lebih dekat dengan alamnya, penduduknya, juga aspalnya, karena tiap jengkal tanah air indonesia adalah surga dengan segala eksotismenya untuk itu saya naik vespa. Ini merupakan riding ketiga saya setelah riding perdana bersama komunitas modern vespa ( move_ina_chapter Tangsel) ke telaga sarangan Jawa Timur lalu lanjut ke kota Malang dan finish di Bali. Setelah itu saya keracunan riding, merasakan sensasi yang belum pernah saya dapatkan sebelumnya dari perjalanan backpacker ketika menjadi traveler, seperti kata Syahrini “im feel free’ wkakakakakk.. jadi ingin lagi, lagi dan lagi..

1407509637220938928
( istirahat sambil menunggu sarapan pagi ditepi pantai )

Explore Banten kali ini saya ditemani Dimas bangun dan Exmil, bertiga dengan dua vespa. Karena temanya explore Banten maka equipment atau perlengkapan yang dibawa harus menyesuaikan layaknya penjelajah umumnya, seperti tenda, alat masak, obat-obatan, alat penerangan juga perlengkapan pribadi yang diperlukan. Karena kami bertiga termasuk pengacara alias pengangguran banyak acara, maka kami bebas memilih waktu yang tepat untuk perjalanan kali ini. Libur lebaran Iedul Fitri +7 tepat tanggal 2 Agustus 2014 waktu yang dipilih dengan rencana trip 4 hari 3 malam. Meeting point di pamulang (Tangsel) kami memilih route keberangkatan melewati bogor- ciawi- cicurug- parung kuda- cibadak- pelabuhan ratu lalu sampai ke spot pertama desa sawarna kecamatan bayah kabupaten Lebak provinsi Banten. Perjalanan kami tempuh dengan waktu 8 jam dengan beberapa kali istirahat dijalan karena ingin enjoy riding, santai aja hari esok masih ada.. wkekekkk..

14075083971909906237
( pemandangan dari atas bukit pantai sawarna, amazing bray..)

1407509449420206002
( jalan menuju desa sawarna, terjal tapi asik )

Bayah adalah sebuah kecamatan di Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, Indonesia. Bayah dahulu terkenal dengan salah satu tempat penambangan batubara. Untuk mengangkut batubara ini pada zaman penjajahan Jepang dibangun jalan kereta api dari Saketi ke Bayah yang berjarak sekitar 90 km. Pembangunan jalan kereta ini konon mengorbankan jiwa sekitar 93.000 orang romusha pribumi asli indonesia. Di Bayah juga pernah tinggal salah seorang tokoh pemikir republik yaitu Tan Malaka yang menyamar dengan nama Iljas Husein atau Ibrahim Husein dan berperan besar dalam membantu para romusha. Sampai saat ini masih bisa kita jumpai sisa peninggalannya berupa tugu Tan Malaka di Bayah Selatan, meski kondisinya tidak terawat dengan baik karena banyak ditumbuhi rumput/ilalang disekitarnya.

1407509748615967495 
 ( best view, memandang garis pantai pesisir banten)

Letaknya yang berada di pesisir selatan pulau jawa banyak menawarkan destinasi wisata menarik seperti; pantai Bayah, pantai Pulomanuk, pantai Sawarna, pantai karang Taraje, pantai tanjung Karang serta masih banyak pantai lainnya serta goa-goa peninggalan jaman jepang. Sangat direkomendasikan buat para riders ataupun traveler untuk liburan alternatif sambil mengenal tanah air indonesia lebih dekat. Untuk kondisi jalan sendiri aman untuk kendaraan roda dua, hanya terdapat jalan rusak dan berlubang ketika ingin masuk ke desa sawarna, selebihnya aspal dan beton meski ada lubang sedikit, safety riding aja.

1407509909994150487  
( Jalanan beraspal diapit sawah yang sudah panen, menambah kesan petualang )

Kami memilih membuka tenda dipasir putih pantai sawarna, menginap dua malam disini cukup mengembalikan energi yang terkuras guna perjalanan selanjutnya ke Ujung Kulon. Saran saya jangan datang pada saat musim liburan, pantainya mirip cendol padat sekali susah cari spot yang asik buat menyepi, selebihnya pesona sawarna memang tidak pernah pudar. 

1407532068882567333 
 ( hari libur pantai sawarna padat, tapi tidak mengurangi esensi liburan)

1407509994341076462 
 ( Tidur dalam tenda serasa dihotel bintang ****, wkwkkk)

14075910011393328200 
 ( pantai sawarna, surga para surfers )

14075101331962886502 

1407510409563623746 
( Suasana sunset dipantai sawarna, peace full.)

1407510596372493127 
(Tanah surga yang jatuh dari langit, banyak tersebar ditanah air indonesia.. so be close to heaven)

Hari ke-3, matahari masih samar-samar muncul dari ufuk timur kami sudah berkemas bersiap menuju ujung kulon, dengan route bayah-malingping-cikesik-cibaliung- cimanggu-kp sumur-ujung kulon. Tracknya melewati pinggil laut, tebing, naik turun bukit, jembatan, sangat menantang nyali para riders. Jam 7 pagi kami sudah meninggalkan desa sawarna melewati bayah menuju pom bensin terdekat. Bagi para riders yang kendaraannya berbahan bakar pertamax siap-siap untuk turun kasta mengisi premium karena pom bensin satu-satunya dibayah tidak menyediakan pertamax, jadilah vespa kami minum subsidi pemerintah tapi tidak mengurangi performa vespa dalam penjelajahan. 

14075108121180106129  
(Matarhari terbit didesa sawarna, damai..)

14075108701271967539 
  (Bersiap menuju ujung kulon, terima kasih sawarna..)

1407510925506953208 
(Melewati jembatan goyang keluar dari desa sawarna. asik asik joss. wkwkk)

Jalan sepanjang malingping pemandangannya sangat indah, melewati pesisir pantai sedikit masuk hutan lalu keluar ketemu pantai lagi, jalan berkelok penuh dengan tikungan, menguras energi menguji stamina dalam berkendara. Jika sudah terbiasa kita akan merasakan nikmatnya riding dengan medan seperti ini, menantang kita untuk tetap fokus dan aman dalam berkendara sambil menikmati pemandangan dan melihat aktifitas warga yang tinggal dipedalaman, sungguh istimewa. 

1407510986382859324  
(Break point dipantai malingping, spot bagus buat istirahat.)

Foto: Somewhere in banten.. #ridingwithGod 
(jalan berkelok dengan track panjang, menguji stamina para riders)

Tepat tengah hari kami tiba di cibaliung, mengisi bahan bakar yang sudah tiris di pom bensin terakhir sebelum masuk ke kampung sumur dua menuju ujung kulon. Lagi-lagi only premium, but is not big deal, gass terus.. Ini pertama kalinya saya mengunjungi ujung kulon daratan wilayah paling barat pulau jawa dengan naik vespa. Disepanjang jalan orang-orang selalu menatap kearah kami, mungkin terpesona melihat vespa masuk desa dengan medan seperti ini, justru menambah semangat kami untuk cepat sampai tujuan.

1407511381843230336  
( Salam 3 jari.. persatuan indonesia)

1407511434814451512 
 (Pantai malingping)

1407511495263691787 
 ( vespa masuk desa, asooy.. wkwkk)

Setelah istirahat makan siang di cimanggu kami tiba di kp sumur dua yang masuk dalam taman nasional ujung kulon daratan, karena ujung kulon tempat habitat hewan liar yang dilindungi seperti badak jawa bercula satu ada di kampung sumur satu tepatnya di pulau cipecang mesti nyebrang lagi untuk menuju kesana.

14075115792037457830 
 (Selamat datang diujung kulon, tugu taman nasional.)

140751163578993529 
( Patung badak jawa yang menjadi trade mark ujung kulon)

Ujung Kulon “Teluk-teluk yang indah dan nyaman, tanah yang subur.. kaya akan kayu bagi pembuatan kapal, keadaannya yang sangat baik bagi perniagaan, calon bagi Singapura baru. Begitu kata-kata yang tertulis pada catatan harian para botanis Belanda di Semenanjung Ujung Kulon sekitar 183 tahun silam. Walaupun ada rekomendasi untuk menjadikan kawasan tersebut sebagai sentra bisnis masa depan, pembangunan menuju ke arah tersebut seperti mimpi saja. Ya!, kawasan ini sempat diguncang kekuatan alam yang maha dasyat, ledakan gunung krakatau sempat meratakan pesisir semenanjung ujung kulon meski tidak berlangsung lama dengan tumbuhnya habitat baru, pohon-pohon baru yang lebih rimbun dengan vegetasi dan fauna yang beragam menjadikan ujung kulon sebagai warisan cagar alam dunia yang dilindungi (Unesco)

1407511704353539256 
( Susur pantai selatan banten, menantang andrenalin..)

14075118551140036540 
 (Pantai sumur 2 ujung kulon, langit dan lautnya masih perawan bro..)

Perjalanan kami berhenti di kp sumur dua, jalan menuju kp legon pakis ujung paling barat pulau jawa masih sangat terjal dan berbatu, hanya kendaraan off road yang bisa melintas, meski jika dipaksakan kami yakin sampai tapi urung kami lakukan, bersyukur kami sudah sampai dititik ini dalam keadaan sehat, dikawasan taman nasional ujung kulon. Karena hari sudah sore dan cuaca sedikit mendung kami putuskan untuk mencari penginapan, akhirnya dapat di Ciputih Beach Resort perkamar Rp 425.000 dengan fasilitas sekelas hotel bintang ***. 

1407511927729396504  
(pantai sumur 2, sambil joging pagi berasa nyasar di maldives. wkwkkk)

Foto: #ujungkulon 

Perjalanan dari desa sawarna menuju ujung kulon menghabiskan waktu 7 jam, dengan kondisi jalan sedikit rusak ketika melintas malingping dan masuk di cikesik tapi selebihnya beraspal dan jalan beton.
Hari ke empat, pukul 12 siang kami chek out dari resort, setelah leyeh-leyeh menghabiskan waktu dipantai dan berendam dikolam renang cukup menambah stamina untuk perjalan pulang melewati route perkotaan, sumur dua – cimanggu - tanjung lesung – labuan – kota pandeglang – kota serang – cikande – kab. Tangerang – lalu sampai dipamulang jam 10 malam. Perjalanan pulang menghabiskan waktu 9 jam, sudah termasuk istirahat satu jam sambil menyantap buah duren khas pandeglang. Alhamdulilah perjalanan lancar, vespa tidak ada kendala dan kami tiba dirumah dengan aman. Terima kasih Banten sudah wellcome dengan kami, semoga riding dan trip selanjutnya selalu diberikan kemudahan, selamat dalam kebahagiaan, amin.

1407512286210124030 
( Relax dulu sebelum pulang, amanlah..)

See u next trip.
 

13 Mar 2013

Tantangan Menembus Laos, Long Way Down..!

Ini masih cerita blusukan saya di 5 Negara 11 Kota Asia Tenggara, bagian tiga Kota ke empat..


Tantangan menembus Laos Negara yang juga menganut paham komunis sungguh nyata didepan mata mengetes mental dan semangat saya dalam petualangan di indochina, benar benar seperti tragedi plus uji nyali. Memasuki Laos seperti berada diplanet lain mirip Vietnam, bahasa dan aksaranya berbeda juga wajah penduduknya hampir – hampir sama sungguh membuat saya sedikit shock. Tapi disinilah indahnya traveling, menjadi tantangan tersendiri untuk bisa meresapi dan menikmati budaya dan kehidupan warganya dari dekat. 

Cerita Ini dimulai saat saya membeli tiket Bus antar Negara dari Hanoi menuju Vientiane ibu kota laos saya bayar 23 USD hasil tawar menawar dengan salah satu agen bus di Old Quarter yang berada dipusat Kota Hanoi, tarif berbeda mereka kenakan terhadap wisatawan eropa dan amerika sekitar 30-40 USD. Perjalanan lintas negara ini menggunakan Sleeper Bus, Bus yang tidak pernah saya jumpai di Republik Uye. 

Sungguh waktu yang panjang tidak terasa membosankan dengan bus ini, karena setiap penumpang bisa tidur selonjoran disetiap bangku yang sudah didesain seperti tempat tidur lengkap dengan bantal dan selimutnya. Uniknya sebelum naik ke atas bus, seluruh penumpang diwajibkan membuka sepatu atau alas kaki dan menyimpannya didalam pelastik yang telah disediakan seperti saat kita mau masuk Masjid ada batas sucinya, jadi kondisi didalam bus steril dan nyaman, tapi sedkit aneh buat saya, hehe..

13658519222001909845 
( Suasana didalam Sleeper Bus. Semua enjoy dengan posisi masing-masing ) 

Saat berada diterminal bus Kota Hanoi ada 2 traveler yang wajahnya mirip melayu memperhatikan saya dan tas ransel yang saya kenakan, setelah beberapa saat akhirnya salah seorang dari mereka menghampiri saya dan bertanya “dari indonesia ya? “ iya” jawab saya,, “saya Ikbal dari malaysia bersama teman saya Azam sambil memperkenalkan diri” . Ternyata dari tadi mereka memperhatikan merk ransel yang saya gunakan Eiger, dan mereka cukup familiar dengan Eiger peralatan outdor buatan bandung-indonesia. Selamat lah saya punya teman dengan bahasa yang hampir sama tapi beda sejarah, cukup terhibur dengan bahasa melayu lidah saya tidak kaku lagi.

Bus pun meluncur membelah malam dari terminal dipusat kota hanoi pukul 08.00 malam waktu komunis, dan sopirnya masih tetap setia mengangkut penumpang disetiap pemberhentian bus. Didalam sleeper bus semua penumpang terlelap dengan mimpinya masing-masing dan saya masih terjaga bersama malam yang selalu menjanjikan untuk dinantikan. Sambil melihat kawan baru dari Malaysia sedang bermain kartu poker guna membunuh waktu didalam perjalanan.

1365852165158015156
 (Killing time, membunuh waktu sembari bermain kartu bersama teman baru diperjalanan )

1365852505565175750 
(Suasana pagi hari diperbatasan imigrasi Vietnam menuju Laos. Masih diselimuti kabut tebal. brrrrgg.. )

Paginya sekitar pukul 09.00 masih waktu komunis, bus berhenti disebuah pos jaga dan saya terbangun oleh hawa dingin yang menggigit, cukup membuat daging mengkerut. Cuaca diluar diselimuti kabut tebal jarak pandang hanya sekitar 15-20 meter sisanya tertutup kabut. Dan ternyata kami sudah sampai di perbatasan imigrasi Vietnam menuju Laos. Semua penumpang di haruskan turun oleh sopir bus untuk pengecekan dokumen imigrasi, saya dan teman dari malaysia berjalan kaki menuju imigrasi Vietnam untuk pengecekan passport.

13658526732063740188 
( Suasana di pos imigrasi Vietnam, wisatawan antri untuk pengecekan passport untuk meninggalkan Vietnam )

Setelah passport saya serahkan ke petugas imigrasi, tak lama kemudian nama saya dipanggil dan diminta membayar 25 ribu dong atau sekitar 12 ribu rupiah, meskipun sebenarnya info dari kedutaan Vietnam di Jakarta gratis tapi ya sudahlah cuma 12rb Rupiah ini pikir saya. Karena mata uang dong saya sudah habis saya memberikan satu lembar pecahan 1 USD dan diterima dengan senyum oleh petugas imigrasi Vietnam lalu “cetookk” passport saya distempel untuk bisa meninggalkan Negara komunis tersebut.  

1365852896542590708 
( Petugas imigrasi Vietnam sedang mengecek satu persatu passport wisatawan )

Berjalan kaki menuju pos imigrasi Laos cukup membuat badan kembali hangat meski cuaca diselimuti hawa dingin, sekitar 10 menit berjalan kaki saya tiba di pos imigrasi Laos untuk pengecekan passport dan visa on arrival bagi wisatawan asing. Bagi traveler Asia Tenggara free (bebas biaya masuk) untuk visa tinggal sebulan. Namun di Imigrasi laos petugas masih meminta kutipan 3 USD lebih besar dari imigrasi Vietnam, saya tak tahu untuk apa tapi karena saya tamu di Negara tersebut maka saya pun harus mengikuti aturan tuan rumah dan berusaha menjadi tamu yang baik, maka uang 3 USD saya keluarkan dari dalam dompet dengan muka kecut (^.*)

1365853001491120739 
( Semua penumpang diwajibkan turun berjalan kaki keluar dari Negara Vietnam untuk masuk Ke laos, sekitar 10 menit berjalan kaki.)

Sambil menunggu pemeriksaan imigrasi selesai saya berjalan disekeliling kantor imigrasi laos yang letaknya ditengah hutan dataran tinggi masuk dalam wilayah Nam Phao kota kecil diperbatasan Laos yang juga bersebelahan dengan Republik Rakyat Cina. Setelah pemeriksaan imigrasi selesai, semua penumpang kembali ke bus untuk melanjutkan perjalanan ke kota Vientiane Ibu Kota Laos yang masih sekitar 9 jam perjalanan.

1365853155373069175 
( Kantor Imigrasi Laos yang letaknya persis ditengah hutan kota kecil Nam Phao.)

Pemandangan di kiri kanan jalan selama 2 jam didominasi oleh sungai dan pegunungan, sehingga kondisi lelah dan gelisah terkonversi menjadi suasana petualangan mirip mirip sharina, (wkekekkk..) Dan memang lalu lintas didaerah perbatasan sangat sepi hanya beberapa kendaraan yang lewat menambah suasana tegang perjalanan.  

1365853285472895958 
( Pemandangan pegunungan setelah masuk Imigrasi Laos, menyejukan mata.)

Puncaknya saat bus kami mengalami pecah ban entah di KM berapa yang jelas masih jauh dari kota Vientiane, waktu menunjukan pukul 12 siang dan suasana disekitarnya hanya terdapat beberapa rumah penduduk selebihnya tanah gersang diselimuti padang rumput tandus serta semak belukar. Saya bertanya kepada sopir, How long time to Vientiane? Sambil garuk garuk kepala si sopir yang orang Vietnam mengacungkan enam jarinya, menggunakan bahasa isyarat lebih kurang sekitar 6 jam perjalanan lagi, lengkap sudah..! 

1365853634920397461 
( Dijalan ini detik-detik sebelum Bus yang saya tumpangi mengalami pecah ban)

Saya pun terpaksa menunggu sambil melihat kenek dan sopir mengganti ban serep yang sudah disiapkan, dan ajaibnya ban serep yang semestinya menjadi penyelamat justru tidak bisa digunakan karena sudah masuk masa pensiun alias ban reject yang tidak layak pakai. Lalu..? dalam keadaan pasrah, gerah karena cuaca yang panas ditambah daerah yang sepi ditengah gurun laos saya dipaksa menerima keadaan tidak nyaman ini sambil terus menunggu bantuan dari bengkel terdekat, yang dekatnya 3 jam lebih baru datang pertolongan itu.. OMG !. Setelah menunggu selama 3 jam akhirnya mobil pick up datang membawa ban serep pengganti dan bus pun kembali meluncur menuju Vientiane persis jam 3 sore lebih sedikit. 

13658537141263293934  
( Ganasnya jalan laos dengan aspal yang panas ditambah cuaca terik membuat bus mengalami pecah ban.)

Didalam bus saya memilih tidur sambil menahan sedikit rasa lapar karena belum makan dari pagi hanya sedikit bekal pisang, snack dan roti yang saya beli di Hanoi tapi cukup membantu. Saran buat traveler buah pisang sangat berguna untuk bekal perjalanan jauh menggunakan bus selain murah kaya kandungan serat, vitamin dan mineral juga mengenyangkan. Saya terbangun dengan bunyi klakson yang ramai saat bus berhenti di southern bus terminal (terminal dok-dok) ditengah kota Vientiane. Hari sudah gelap dan jam menunjukan pukul 8 malam, berarti sekitar 24 jam persis saya berada di dalam bus, piuuffh.. Kemudian saya bertanya kepada kawan ikbal dari Malaysia apakah langsung melanjutkan perjalanan ke kota Luang Prabang atau menginap di Kota Vientiane. Sebab saya juga tidak lama di kota ini karena tujuan selanjutnya sudah dekat, Bangkok !

1365853958793287017  
(Pemandangan malam hari disisi sungai mekong di daerah Namphaw Fountain di jalan Setthathirath road. )

karena lelah bercampur lapar dan sudah seharian berada didalam bus, sedikit mabok darat juga akhirnya mereka memutuskan menginap semalam di Vientiane untuk besoknya melanjutkan perjalanan ke Luang Prabang. Tanpa membuang waktu saya langsung setuju dan ikut menginap dengan pertimbangan bisa share biaya kamar untuk bertiga jadi lumayan irit. Kami pun naik tuk-tuk dengan membayar 2 USD/orang dari terminal dok-dok menuju area turis yang berpusat di Namphaw Fountain di jalan Setthathirath road persis di sisi sungai Mekong Kota Vientiane. Saya lupa nama hostelnya, kami dapat privat room 12 USD/malam dibagi tiga, satu kamar terdapat tiga ranjang pas buat kami bertiga. Setelah mandi dan bersih-bersih kami lalu mencari makan malam di pesisir sungai Mekong sambil bercerita pengalaman perjalanan selama di Vietnam.

13658540921959189705  
(Bangunan yang menyerupai kuil berada didalam taman pesisir sungai mekong.)

Meskipun Vientiane merupakan Ibu Kota dari Negara Laos tapi pariwisata di kota ini kurang berkembang, masih dibawah Luang Prabang yang lebih menawarkan banyak pilihan destinasi wisata. Dan juga karena waktu yang sedikit saya melewatkan objek wisata di Kota Vientiane seperti Patuxai Gate sebuah tempat yang mirip dengan Arc de Triomphe di Paris, juga kompleks candi Pha That Luang sebuah bangunan candi kuno dengan emas yang menyelimuti pagodanya.
Esok paginya sekitar jam 10 saya kemudian diantar oleh Ikbal dan Azham menggunakan sepeda yang kami sewa di hostel tempat kami menginap menuju central bus station, terminal khusus dipusat kota Vientiane untuk menuju Nongkhai atau Udon Thani di wilayah Thailand yang tidak jauh dari hostel kami menginap sekitar 15 menit naik sepeda. Dan saya pun membeli tiket bus Vientiane-Nongkhai (Thailand) seharga 17 ribu rupiah, kurang lebih 2 jam perjalanan hanya sekedar transit di Nongkhai lalu kemudian menuju Bangkok. 

136585420546615018 
(central bus station, tempat kami berpisah untuk melanjutkan perjalanan masing-masing, saya menuju Bangkok kawan itu menuju Luang Prabang masioh di Negara Laos.)

Bersambung.., sampai ketemu di Bangkok..!


11 Mar 2013

Part 2, Blusukan ala Backpacker di 5 Negara 11 Kota Asia Tenggara

Hanoi, interesting journey and wonder halong bay !

          Dari Ho Chi Minh City saya kemudian terbang ke Hanoi ibu kota Vietnam yang letaknya paling timur disemenanjung Indochina Asia Tenggara, berbatasan langsung dengan Republik Rakyat China bagian utara. Tiba di bandara Noi Bai Hanoi waktu menunjukan pukul 23.55 tengah malam waktu setempat, dikarenakan pesawat yang saya tumpangi mengalami keterlambatan take off atau delay sekitar 4 jam, menambah tingkat kesabaran dalam berpetualang di negeri orang. (pasrah aja dah, wkekekkk..)
      Turun dari pesawat saya langsung disambut dengan udara yang dingin, seperti di Bogor puncak pas waktu malam, dinginnya menggigit sampai ke tulang sangat berdeda dengan cuaca di HCMC yang panas dengan langit birunya. Dan memang saya datang pada saat musim dingin di Hanoi (bulan Februari), juga masih dalam suasana tet holiday ( hari raya imlek) sehingga hal-hal yang berhubungan dengan wisatawan menjadi mahal, mereka bilang high season, asem! salah gue apa..? hiks..
      Saya menginap di apartemen kawan lokal di pusat kota Hanoi namanya Andrew Minh, hasil chatting singkat dari komunitas Couchsurfing (semacam jaringan backpacker dunia) yang kebetulan bersedia menjadi host saya di hanoi. Di Couchsurfing ini kita juga harus bersedia menjadi host jika ada backpacker dari luar negeri yang akan berkunjung ke tempat kita, ya saling berbagilah friendship helping others begitu kata motto hostel saya di saigon. Jadi sebelum saya take off dari Ho chi minh saya sudah menguhubungi Andrew terlebih dahulu menanyakan kesediaan dan alamat tempat tinggal dia. Dan direspon dengan cepat oleh Andrew dengan mengirimkan sms alamat apartemennya serta panduan transportasi yang murah dan cepat menuju tempatnya yang berjarak tidak jauh dari pusat kota old quarter.

Sumber: Ini dia Andrew Minh warga lokal, host keren saya yang baik hati mau berbagi ditempat di apartemennya.

    Saya pun mengikuti petunjuknya, keluar dari bandara noi bai Hanoi saya menuju pemberangkatan Bus yang masih di area bandara semacam Bus damri diterminal kedatangan soekarno hatta. Karena waktu sudah dini hari maka ini bus terakhir menuju stasiun bus dekat kota dan tidak ada bus dari bandara yang langsung menuju pusat touris old quarter. Info yang saya dapat kalo kita naik taksi direct/langsung ke pusat touris old quarter maka ongkosnya akan lebih mahal sekitar 150 ribu rupiah perjalanan kurang lebih 1,5 jam.

       Karena ini edisi backpacker maka saya cari yang termurah sedikit estafet tak apalah yang penting aman. Biayanya? naik bus dari bandara ke stasiun deket kota kalau ga salah ingat 20 ribu dong, atau 10 ribu rupiah, terus dari stasiun menuju tempat kawan andrew yang berjarak 15 menit dari old quarter hanya 140 ribu dong ( 70 ribu rupiah), itu pun saya bayar dengan 5 USD+ 10 ribu dong ( sekitar 55 ribu rupiah) karena bekal mata uang dong saya tinggal 10 ribu, saya lupa menukar USD ke dong saat dibandara karena mengejar Bus. akhirnya saya kasih pecahan 5 USD dan 10 ribu dong, dan sopir taksi yang ganteng itu sedikit cemberut menerimanya, lalu menggunakan bahasa vietnam sedikit ngomel gak jelas dan saya pun membalas dengan bahasa tangan ala tarsan, sorry i dont have any more money in dong! Karena bete akhirnya sopir taksi yang keren itu pun cabut. Hehe.. berhasil!

       Saya menghabiskan 2 malam menginap di apartemen kawan Andrew yang sederhana, bangunannya mirip rumah susun dijakarta tapi lingkungannya rapih dan bersih, mulai dari tangga lantai satu kita sudah harus membuka sepatu atau sendal sampai ke lantai 4 tempat kamarnya, begitu juga dengan penghuni lain semua tertib dengan kesadaran sendiri.

       Setelah istirahat sehari penuh, hari kedua Andrew mengajak saya berkeliling kota hanoi dan menjelaskan tempat-tempat asik dan bersejarah seperti Ho Chi minh Mousleum tempat jasad paman ho di awetkan. Mengajak saya berenang pada malam hari dikolam renang air hangat dipusat kota Hanoi lalu makan malam dipusat touris old quarter, sungguh keren orang ini dan sepertinya itinerary ini disamakan kepada semua tamu couchsurfing yang datang menginap ditempat dia, cool man!


Sumber: Ho Chi minh Mousleum tempat jasad paman ho di awetkan, sayang saya berkunjung di hari jumat pada saat museum ini tutup untuk umum dalam perawatan.


Sumber: Kuil tua disebelah museum ho chi minh yang masih ramai dikunjungi oleh wisatawan.
Sumber: Kuil cantik ditengah kolam, masih di area museum ho chi minh

Sumber: Penjaga keamanan museum ho chi minh sedang apel untuk pertukaran shift jaga

     Saya juga diajak berkeliling dipusat old quarter yang dalambahasa Vietnam Phố  Cổ alias kota tua, dan memang disebut kota tua karena dulunya kota Hanoi memang sebatas daerah old quarter ini aja. Tapi, kota tua di Hanoi ini tidak sama seperti kota tua-nya Jakarta. Bukan cuma bangunan-bangunannya aja yang keliatan klasik bin unik, tapi juga suasananya yang perpaduan dari arsitektur Perancis dan Cina dan sampai sekarang masih terawat dengan baik.


Salah satu bangunan tua dipusat old quarter yang dijadikan hotel dan rumah makan.

Taman cantik di old quarter menambah kesan klasik suasana kota.


        Dipusat old quarter ini juga terdapat danau Hoan Kiem yang romantis, pernah disebut Luc Thuy atau Green Air karena air didanau itu hijau sepanjang tahun, dan pada abad ke lima belas danau itu berubah nama menjadiHo Hoan Kiem. Akhirnya camera saya yang lebih banyak cerita memastikan setiap moment tidak lepas dari jepretan camera, dan Andrew dengan setia menjadi juru foto saya, dasar gak sopan ye. Hehe..


Danau Hoan Kiem ditengahnya terdapat kuil tua yang masih terawat sampai sekarang.

Pemandangan danau hoan kiem saat malam tiba dipenenuhi lampu warna warni



Dipinggir danau banyak aktifitas warga yang bisa dilakukan, mulai joging pagi, sekedar santai sampai tempat pacaran muda-mudi hanoi. uhuuy !

Narsis dikit, boleh ya.. wkkkk


Patung Lenin, tokoh sentral komunis Uni Soviet yang menjadi teman dekat Ho chi minh melawan Amerika dan temannya.

      Hari ketiga di Hanoi sambil pamitan dan dibantu Andrew saya mulai mencari agent travel untuk tour ke Halong bay salah satu keajaiban dunia untuk pemandangan alam yang sempat bersaing ketat dengan pulau komodo dari Indonesia. Halong bay memang menjadi tujuan destinasi saya ke Vietnam, kurang lengkap rasanya menjelajah Vietnam jika tidak mengunjungi halong bay meskipun masih banyak kota-kota lain divietnam yang menjadi pilihan destinasi wisata.
Setelah dibantu kawan Andrew dengan melobi agent travel yang saya datangi akhirnya dapat paket tour 2 hari 1 malam menginap diatas Jung ( sebutan perahu wisata khas halong bay) seharga 40 USD sudah termasuk Bus PP hanoi-halong bay, makan 4 kali, tiket masuk ke goa dong thien cung yang terletak di pulau karang dao go di halong bay, bermain kayaking dan yang paling asik menginap diatas jung merasakan keindahan halong bay yang diliputi sejuta misteri dengan kabutnya yang penuh mistis. Sayangnya karena musim dingin saya tidak mendapatkan sinar matahari selama di Hanoi maupun di halong bay, dari pagi sampai petang wilayah ini diselimuti kabutseakan para naga sedang bersedih, begitu mitosnya.

Itinerary tour halong bay 2 hari 1 malam:
       Hari pertama : pagi jam 8.15 saya dijemput tour guide dari old quarter untuk bergabung bersama wisatawan lain menuju tempat kerajinan tangan khas hanoi sekitar 1,5 jam dari pusat kota. Setelah itu lanjut ke halong bay masih 2 jam lagi. Tiba di dermaga halong bay pukul satu siang, lalu tour guide mengurus administrasi wisata untuk rombongan kami. saya pun mencari camilan buat dikapal, beberapa wafer, roti dan sebotol red wine tahun 2008 asli buatan Dalat salah satu kota di Vietnam. Harganya? Hehe.. klo ga murah pasti gue cuekin, cuman 60 ribu dong atau 30 ribu rupiah satu botol, kalo urusan miras emang vietnam jagonya semua minuman import serba murah disini.

 
 Tiba didermaga halong bay menuju kapal.
 

Jung, tempat saya menginap semalam berlabuh di halong bay.


 
berlayar di selat halong yang eksotis dengan gugusan pulau karang.
 
 Menikmati udara halong yang dinginnya menggigit sampai ke tulang.. lebay.

       Tapi ingat kita backpackers bukan untuk hura-hura, hanya sekedarnya tak apalah sambil melihat dari dekat ciptaan tuhan, merasakan kedekatannya melalui pemandangan landscape gugusan pulau karang yg ratusan jumlahnya sungguh tak bisa diungkapkan dengan kata-kata, hanya fragmentasi yang bisa menjawab. Walah makin ngaco dah.. wkwkkk..
Setelah adminstrasi beres, kami pun menuju kapal untuk segera berlayar dan makan siang sudah tersaji didalam kapal, menunya prasmanan pas dengan lidah kita : sayuran, soup, nasi, ayam, kentang, telur dan ditutup dengan buah-buahan, jadi perbaikan gizi selama dihalong.

 
 Makan siang didalam kapal dengan pemandangan halong yang ajiib.

Pemandangan diluar kapal, menemani makan siang yang lain dari biasanya.. barokallah.

       Setelah makan siang, kapal bersandar disebuah pulau gao do yang sudah ramai dengan kapal lainnya lalu saya dan seluruh wisatawan turun dari kapal menuju pintu masuk mengikuti tour guide kami kedalam goa dong thien cung. Guide kami menjelaskan bahwa gua ini, Dong Thien Cung surganya para goa dan termasuk warisan dunia yang dilindungi oleh Unesco, goa ini ditemukan oleh seorang nelayan lokal pada tahun 1990-an. Setelah puas menelusuri goa dong selama 45 menit kami menuju kapal untuk kembali berlayar.

 
 Ini dia surganya para goa, dong thien cung.

Di dalam goa, mirip lobi istana jaman batu.. hehe, ajiib dah.

       Setelah 15 menit berlayar kapal kembali berlabuh, kali ini bersandar ditengah kampung terapung yang dihuni penduduk setempat sambil membuka warung sederhana untuk keperluan wisatawan seperti, air mineral, makanan ringan dan buah-buahan. Disini kami diberi waktu 40 menit untuk bermain kayak dan berenang kalau berani karena airnya sangat dingin tidak ada yang nekat termasuk saya, hanya bermain kayak menjelah beberapa goa karang disekitar pulau.

kampung terapung ditengah halong bay, damai banget suasananya dijamin betah tinggal disini.



main kayak dengan suasana halong, serasa berada di film-film china tempoe dulu. hehe..]

     Selesai bermaik kayak, kapal kembali berlayar mengarungi gugusan pulau karang yang indah dan akhirnya tiba didermaga pulau cat ba salah satu taman nasional halong bay yang fasilitas resort dan hotelnya juga lengkap. Saya tetap milih menginap diatas kapal karena ada beberapa wisatawan asing yang memilih menginap di pulau ini, tergantung selera. Setelah makan malam acara bebas dan saya habiskan malam itu dengan kawan baru dari belanda, inggris dan jerman diatas kapal sambil ditemani red wine kami berbagi pengalaman perjalanan, sungguh menyenangkan.

 
 Dermaga pulau cat ba, terdapat fasilitas penginapan yang lengkap disini. didalam pulau ini juga ada air terjunnya loh..


kapal-kapal yang berlabuh di halong bay sambil memanjakan para wisatawan.]

    Hari kedua, Pagi hari cuaca halong masih tertutup kabut setelah sarapan saya lalu keatas dek kapal mengambil beberapa gambar dan merekamnya. Melihat kapal – kapal lain yang berlabuh berderet rapi menambah kesan eksotis halong bay, spectacular natural wonder!


Dekorasi kamar didalam kapal, gak kalah sama hotel bintang 3 ditambah kamar mandi dengan air panas., mantaab dah.



Salah satu kelebihan wisatawan indonesia, tetap eksis dalam cuaca apapun. wkwkwkk..

       Kapal tiba kembali didermaga halong bay pukul 12 siang, lalu saya dan beberapa wisatawan yang satu rombongan menuju bus kecil yang telah disediakan tour guide kami untuk menuju rumah makan dipusat kota halong bay sekitar 10 menit perjalanan. Makan siang sudah termasuk satu paket tour 2 hari 1 malam halong bay, keren ya. Inilah istimewanya Vietnam meski pendapatan ekonominya masih dibawah kita tapi manajemen pariwisatanya sungguh tertata dengan baik, mereka mampu mengemas paket wisata yang murah meriah dengan pelayanan memuaskan. Bayangkan dengan 40 USD ( 400 ribu rupiah) kita bisa menginap di atas kapal wisata berikut makan dan fasilitas wisata lainnya, ditambah lagi antar jemput Bus PP yang jaraknya cukup jauh dari hanoi 3,5 jam perjalanan. Seandainya raja ampat papua bisa mengemas paket wisata yang murah pasti lebih asik menjelajah tanah air sendiri, hehe.. mimpi sang petualang.

      Kembali dari dari halong bay menuju hanoi hari sudah petang dan tiba di old quarter jam 6 sore, saya pun mencari peningapan untuk menginap semalam lagi. Mengumpulkan energi sambil mencari tiket Bus menuju laos esok harinya yang banyak sekali ditawarkan oleh agent travel dipusat old quarter, kita tinggal membandingkan saja mana yang lebih murah.

       Saya akhirnya menginap di Old quarter backpacker hostel, room dominitory 5 USD/malam include coffe morning, wifi, dan internet gratis. Total keseluruhan saya menghabiskan 5 hari 4 malam di hanoi dan halong bay, masih terasa kurang puas rasanya karena saya melewatkan dataran tinggi sapa, sebuah kota kecil yang indah di ujung utara vietnam dengan ketinggian 1.500 dpl dan puncaknya memiliki ketinggian 3.100 dpl berjarak 350km dari Hanoi sekitar 9 jam perjalanan.
 
Minum kopi khas vietnam didepan old quarter backpacker hostel bersama teman lokal hanoi. teman baru dikota baru, asooyy.

      Tapi karena waktu yang saya miliki hanya 19 hari dan ini sudah hari ke 9 saya di Vietnam maka saya harus membagi waktu untuk destinasi saya berikutnya yang sudah masuk dalam daftar Itinerary saya. Laos, bangkok, Phuket, melaka dan singapore.
So, sampai ketemu di laos., tetap jaga kesehatan !